Sejarah Opel Dan Chevrolet Blazer Di Indonesia

Tue, 9 August 2016 - 15:27 | Dilihat : 110
1411319opel-chevrolet-blazer-1.jpg

Sebelum era Captiva bergulir pada 2007, model sport utility vehicle (SUV) yang ditawarkan General Motors (GM) untuk Indonesia, adalah Blazer. Namun ketimbang identik merek Chevrolet, masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan Opel Blazer.

Mengengok kembali ke belakang, ceritanya dimulai pada 1996. Saat itu Blazer mulai dijual di dalam negeri menggunakan merek anak perusahaan GM di Jerman, Opel. Hal ini memang agak aneh, karena merek Opel lebih merepresentasikan sedan menengah dibanding SUV.  

Menurut catatan komunitas Blazer di Indonesia, hal itu memang kekeliruan strategi marketing. Enam tahun sejak penjualannya, GM membuat Blazer menyandang nama depan Chevrolet pada 12 September 2002. Sejak saat itu, logo di gril depan Blazer berganti dari “petir” menjadi dasi kupu-kupu.

Blazer adalah model campur aduk yang melibatkan tiga negara, Jerman sebagai negara asal Opel, mesin 2.200cc dibuat Holden di Australia, dan kemasan akhir dibalut “american style”. Di Tanah Air, Blazer dijual tiga generasi sampai berakhir pada 2005.

SUV Chevrolet

Membuka buku sejarah lebih jauh lagi, sebelum masyarakat mengenal Blazer, Chverolet di Indonesia sebenarnya sudah punya SUV lain yang sempat jaya pada 1980-an, yaitu Trooper. Dalam keterangan resminya, Jumat (5/8/2016), GM Indonesia mengangkat lagi nama-nama SUV Chevrolet di Indonesia buat menyambut kedatangan produk baru tahun ini.

Rencananya produk baru itu akan meluncur di Gaikindo Indonesia International Auto Show yang bakal berlangsung pada 11 - 21 Agustus  2016.

Sumber : www.kompas.com

Lihat juga

jQuery Slider
Top