News

Deretan Chevrolet Hot Rod Klasik Kawal Nikah Massal Di Yogya

Mon, 13 May 2019 - 10:49 | visits : 7

TEMPO.CO, Yogyakarta - Acara pernikahan massal yang melibatkan lima pasang pengantin asal DIY dan Jawa Tengah mencuri perhatian para pengguna jalan di kawasan Yogya selatan, Minggu sore 12 Mei 2019.

Dalam prosesi pernikahan massal yang digelar Forum Taaruf Indonesia atau Fortais Yogya itu, para pengantin diangkut dengan menggunakan sederet mobil klasik beraliran Hot Rod milik komunitas Hotrodiningrat Yogya.

Iring-iringan pengantin itu melintasi jalan ring-road selatan, menerabas jalanan pedesaan, hingga sampai lokasi ijab kabul yang mengambil lokasi sebuah showroom workshop Java Videotron di Dusun Panggungharjo Sewon Bantul. Ada pengantin yang duduk di atas mobil pikap ada pula yang duduk di kursi belakang.

Deretan unit mobil hot road pembawa pengantin itu antara lain Chevrolet Deluxe keluaran tahun 1951, Chevrolet Impala keluaran 1964, Chevrolet C10 Pikup rilisan tahun 1971, dan Chevrolet Suburban 1968. Mobil-mobil itu merupakan milik anggota komunitas pecinta Hot Rod, Hotrodiningrat Yogya, Ari Prabowo alias Popo.

Chevrolet Suburban 1968 milik komunitas Hotrodiningrat jadi mobil pernikahan massal yang digelar Forum Taaruf Indonesia di Yogya Minggu 12 Mei 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

Penggagas acara sekaligus Ketua Fortais, Ryan Budi Nuryanto mengatakan acara nikah massal ini mengusung tema Rekonsiliasi Cinta Untuk Indonesia yang mengusung tagline Garage Van Love.

"Garage Van Love atau garasi cinta yang kami angkat jadi tagline pernikahan massal ini mengandung folosofi tentang tempat menyimpan rasa cinta bersama yaitu Indonesia," ujar Ryan.

Ryan menuturkan prosesi pernikahan yang menggunakan garasi showroom Java Videotron yang bernuansa retro klasik itu mungkin menjadi satu satunya konsep pernikahan bernuansa retro yang berlangsung saat ramadhan di Indonesia bahkan dunia.

Dalam prosesi ijab kabul di area garasi Java Videotron yang juga milik anggota komunitas Hotrodiningrat Yogya Ari Prabowo alias Popo itu, para pengantin ditempatkan di lokasi berbeda beda.

Ada pengantin yang ijab kabul di atas pikap Chevrolet C10 1951, ada yang di dalam Dodge Bus rilisan tahun 1972, bahkan ada pula yang ijab kabul di atas pesawat Cessna yang ikut terparkir di area garasi itu.

Ryan mengatakan pernikahan ini sekaligus mengusung semangat rekonsiliasi untuk membawa pesan persatuan bagi Indonesia yang disebut terpecah masyarakatnya selama pemilu serentak 17 April 2019 lalu.

Pasangan pengantin nikah massal bersiap ijab kabul di mobil dan pesawat Cessna koleksi showroom workshop Java Videotron yang dikelola anggota komunitas Hotrodiningrat Yogya Minggu (12/5). Tempo/Pribadi Wicaksono

Sebelum ijab kabul, para pengantin masih di atas mobil mobil antik itu dikirab ke lokasi garasi oleh cucuk lampah para prajurit bergada atau keraton.

Tarian edan-edanan sebagai tradisi tolak bala atau sial juga mengiringi mobil antik pembawa pengantin masuk area yang dipadati ratusan warga desa yang menyaksikan prosesi itu. Kumandang shalawatan mewarnai prosesi sakral itu.

Ryan pun mengatakan pernikahan di bulan ramadhan yang merupakan bulan penuh berkah sedianya hal yang lumrah. Meskipun sebagian masyarakat ada yang beranggapan hal itu tak diperbolehkan. "Justru banyak sekali keberkahan yang terkandung di dalamnya," ujarnya.

Ijab kabul pernikahan lima pasang pengantin itu maharnya berupa seperangkat alat sholat dan kaca cermin dibayar tunai. Kaca cermin ini mengandung makna sebagai anak bangsa hendaknya selalu berkaca dan memperbaiki diri serta meningkatkan ibadah ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan).

Sumber: otomotif.tempo.co

See also

jQuery Slider

Comments


Group

Top